Masukkan email untuk menerima notifikasi jika ada artikel/acara/destinasi terbaru.
Dibuat Oleh endang
4x Telah Dilihat
Minggu, 10 Mei 2026
Tari kataga berasal dari bahasa Sumba tengah, yang terdapat dua suku kata yakni ka dan taga, ka artinya mengajak dan taga artinya bersukacita, yang diartikan yakni mengajak untuk bersukacita atas kemenangan perang. Tarian kataga muncul pada penghujung abad ke 19 oleh seorang tokoh besar di Kampung Adat Kabonduk yang berlokasi di Desa Makatakeri, Kecamatan Katikutana kabupaten Sumba Tengah, yang bernama almarhum bapak Umbu Sappi Pateduk.
Kataga adalah tarian perang tradisional pria yang terinspirasi dari perang saudara pada masa lalu, mengekspresikan sebuah suka cita menang dalam peperangan tarian kataga juga menggambarkan semangat kepahlawanan, keberanian, pasca-perang,biasanya diiringi teriakan khas (pakalak), dentuman gong dan tambur, serta gerakan mengayun parang dan tameng, namun bukan karena semata-mata terinspirasi oleh perang saudara, terjadi sebuah penglihatan khusus oleh almarhum bapak Umbu Sappi Pateduk di pantai Selatan Sumba Tengah, ketika membuka lahan di sana, bertemu dengan sesosok goib dan kemudian mengajarkan tarian ini dan kemudian dikembangkan dengan bunyi-bunyi gong dan tambur yang dipertahankan hingga saat ini. Akan tetapi saat ini tari kataga yang bersifat hiburan, berfungsi sebagai penyambutan tamu penting dan bagian dari festival budaya, mencerminkan kearifan lokal dan sejarah perang suku dan saat ini persebaran tari kataga tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Sumba Tengah serta tersebar di seluruh Kabupaten yang ada di pulau Sumba dan hingga sudah ada dibeberapa kota di Indonesia, seperti Kupang, Denpasar dan lainnya. Tari Kataga sangat dikenal oleh masyarakat di Kabupaten Sumba Tengah,karena tari ini merupakan salah satu tari yang dipentaskan dalam acara-acara adat di masyarakat. Menurut penuturan bapak Dadi Umbu Ngailu generasi ke tiga dari almarhum Bapak Umbu Sappi Pateduk, bahwa Tari Kataga ini merupakan symbol dari barisan prajurit yang siap siaga melawan musuh. Saat membawakan tari ini,para penari mengenakan pakaian adat lengkap, hal ini mempunyai makna “mereka bangga jika nantinya tewas dalam peperangan sudah dalam berpakaian adat, membawa harum nama kampung dan keluarga."
Tari Kataga merupakan salah satu tari tradisional Kabupaten Sumba Tengah yang memiliki nilai seni, filosofis dan historis. Nilai seni dapat terlihat dari gerakan para penari yang merupakan perpaduan seni tari dan seni perang, Setiap gerak Tari Kataga pun memiliki filosofi dan makna tersendiri yang diangkat dari sejarah masyarakat Sumba Tengah jaman dahulu sehingga kaya akan nilai historis. Tari Kataga ini terinspirasi dari gerakan yang ada dalam suatu peperangan atau perlawanan pada perang antar suku/kampung terhadap musuh saat perang tanding baik itu dari cara memotong, menangkis dan menghindar. Ada 3 elemen dasar pada peperangan yang sangat dipertahankan dalam strategi perang yaitu menyerang, bertahan, dan menghindar. Setelah perang tanding tersebut dihilangkan, maka gerakan tersebut dijadikan sebuah gerak tari yang saat ini disebut dengan Tari Kataga.
Fungsi Dari Tarian Kataga Yakni :
1. Sarana upacara adat
Tari Kataga dalam masyarakat Sumba Tengah sering dihubungkan dengan pelaksanaan upacara adat. Tari ini dipentaskan ketika ada anggota masyarakat maupun desa yang tengah melangsungkan hajatan adat, seperti : upacara kematian,upacara adat perkawinan dan upacara prosesi pembangunan rumah adat. Disaat dipentaskan pada upacara adat Tari Kataga ditampilkan dengan memenuhi persyaratan sebagaimana aturan yang berlaku dimasyarakat setempat.Dimana penari Kataga dipilih oleh tetua adat melalui proses musyawarah dengan anggota masyarakat. Disamping pemilihan penari yang melalui prosesi adat, yakni dengan musyawarah, personal penarinya pun juga dipiih dengan berpatokan pada aturan yang berlaku, dimana penari harus dalam keadaan bersih tidak sedang dalam keadaan duka. Saat pelaksanaannya pun disertai dengan rangkaian upacara yang tengah dilangsungkan, dan dipentaskan di dalam area rumah adat atau rumah warga yang sedang mempunyai hajatan. Sebelum acara pertunjukan dimulai seorang pemimpin upacara membacakan doa (mantra) dan menyiapkan berbagai sesaji yang harus dipenuhi. Tujuannya agar diberi keselamatan bagi seseorang yang sedang mempunyai hajat serta para penari dapat menarikan tarian tersebut dengan baik tanpa adanya cidera, diarenakan gerakan tarian yang memerlukan banyak tenaga serta Perlengkapan tari yang menggunakan senjata tajam. Demikian juga para penari sebelum menarikan tarian ini, harus berdoa dengan hati yang suci dan bersih. Apabila mereka mempunyai niat yang tidak baik maka dalam pertunjukan akan mengalami cidera.
2. Fungsi Sosial
Tari Kataga dalam kelompok kesenian tersebut terdapat hubungan atau ikatan yang relatif kuat di antara anggotanya yang membentuk kerukunan, kekompakan, kebersamaan dan rasa memiliki kelompok kesenian, mereka juga saling membantu apabila ada yang membutuhkan pertolongan. Pada saat mementaskan Tari Kataga akan menumbuhkan komunikasi yang baik di antara para anggotanya. Selain itu Tari Kataga juga sebagai alat yang memungkinkan anggota masyarakat melakukan hubungan sosial atau kontak sosial di antara warga masyarakat seperti memasak bersama dan memberikan makanan. Sebagai contoh dalam upacara pendirian rumah adat dimana warga setempat saling bergotong royong mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan dalam pembangunan rumah adat. Para penari Kataga ketika tidak sedang mementaskan tarian ini adalah anggota masyarakat adat setempat sehingga dengan bertemunya sesama anggota masyarakat dalam moment pembangunan rumah adat, jalinan komunikasi, interaksi terjadi dan menjadi semakin kuat. Hal ini sangat mempengaruhi ketika pementasan Tari Kataga, dimana anggota group harus mampu bergerak seirama dengan kompak. Makna yang dapat dilihat dari Tarian Kataga mencakup makna ketangguhan, makna makna kultural, makna solidaritas.
10 Mei 2026
10 Mei 2026
10 Mei 2026
Wisata Sumba Tengah