Masukkan email untuk menerima notifikasi jika ada artikel/acara/destinasi terbaru.
Dibuat Oleh Julian Ndima
11x Telah Dilihat
Rabu, 25 Maret 2026
Ada alasan mengapa orang rela berjalan jauh menembus hutan hanya untuk melihat air jatuh. Di Sumba Tengah, alasan itu bernama Matayangu. Terletak di Desa Manuara, Kecamatan Katikutana Selatan, tempat ini bukan sekadar destinasi wisata, tapi sebuah perjalanan untuk kembali akrab dengan alam dan orang-orang terdekat kita.
Bagi Anda yang merencanakan libur Lebaran dengan sedikit bumbu petualangan, Matayangu adalah pilihan yang sangat jujur. Tidak ada kebisingan kota di sini, yang ada hanyalah suara air dan kicauan burung di balik rimbunnya hutan Taman Nasional Manupeu Tanah Daru.
Menembus Hutan, Membangun Kedekatan
Perjalanan menuju titik air terjun mengharuskan kita berjalan kaki sekitar 1 kilometer. Jaraknya mungkin terdengar pendek, tapi medannya adalah hutan alami yang menantang. Di sinilah letak seninya. Melewati jalan mendaki dan menurun bersama sahabat atau keluarga justru menjadi momen untuk saling membantu, saling tarik tangan, dan tentu saja, saling melempar canda agar lelah tak terasa.
Kabar baiknya, pengelola sudah menyiapkan pegangan kayu di sepanjang jalur yang curam. Ini sangat membantu, terutama bagi Anda yang membawa anggota keluarga. Keberadaan pemandu lokal di Desa Manuara juga menjadi kunci. Selain memastikan kita tidak tersesat, mereka adalah teman bicara yang hebat untuk mengenal cerita-cerita lokal tentang hutan Sumba.
Tips Praktis Menuju Matayangu Agar petualangan Anda tidak berakhir dengan kaki lecet atau kehausan, perhatikan beberapa hal kecil ini:
Pesan untuk Kita Semua Matayangu adalah permata biru kebanggaan Sumba Tengah. Keindahannya tetap ada selama kita menjaganya. Titip pesan yang paling sederhana namun penting: bawa kembali semua sampah plastik Anda keluar dari area hutan. Jangan biarkan sisa bungkus makanan merusak ketenangan Matayangu.
Mari kita jaga rumah kita tetap asri. Selamat menikmati segarnya air Matayangu bersama orang-orang tersayang!
Oleh Julian Ndima
27 Maret 2026
Wisata Sumba Tengah